19 November 2015

Agama Dan Ilmu Pengetahuan


AGAMA DAN ILMU PENGETAHUAN

            Einstein dan Agama
”Kita ingin tahu tidak saja bagaimana alam itu dalam prosesnya,tetapi kita juga ingin tahu mengapa alam ini begini dan tidak dalam bentuk lainnya”,kata Einstein,nama yang melambangkan raksasa ilmu pengetahuan.ketika bergerak dari pertanyaan”bagaimana” ke pertanyaan  ”mengapa”,ia bergerak dari ilmu pengetahuan ke Agama.Menurut Max Jammers,pemahaman Einstein dalam fisika dan pemahamannya dalam agama berpadu secara mendalam.Einstein melihat jejak-jejak Tuhan pada alam.hanya melalui ilmupengetahuan alam,manusia dapat mengapai pikiran Tuhan.Friederich Durrenmatt sekali waktu mengomentari pandangan Einstein tentang Tuhan,”Einstein pflegte so of von Gott zu sprechen,dass ich beinahe vermute,er sei ein verkappter Theologe gewesen.”Einstein suka berbicara tentang Tuhan begitu seringnya sehingga saya hampir melihatnya sebagai teologi tersembunyi.
            Menurut Torrance,bagi Einstein,Tuhan bukan modus berpikir,melainkan ungkapan iman yang menjadi pedoman hidupnya(einess gelebten Glaubens).Keimanan kepada Tuhan mendasari pemikiran ilmiahnya; dan pada saat yang sama,pandangan Agamanya sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmiah.Pada pidatonya di depan Princeton Theological Seminar tahun 1939,Einstein berkata:
Ilmu pengetahuan hanya dapat diciptakan oleh mereka yang dipenuhi dengan gairah untuk mencapai kebenaran dan pemahaman.Tetapi sumber perasaan itu berasal dari tatanan Agama.Termasuk didalamnya adalah keimanan pada kemungkinan bahwa semua peraturan yang berlaku pada dunia wujud itu bersifat rasional.Artinya,dapat dipahami oleh akal.Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuan sejati yang tidak mempunyai keimanan yang mendalam seperti itu.Keterangan ini dapat diungkapkan dengan gambaran: ilmu pengetahuan tanpa Agama lumpuh,Agama tanpa ilmu pengetahuan buta.

               Bagi Einstein,tidak terbayangkan ada ilmuan yang tidak punya keimanan yang mendalam.Makin jauh kita masuk pada rasia alam,makin besar kekaguman dan penghormatan kita kepada Tuhan.ia juga melihat Tuhan dalamalunan musik yang mempesona.
               Ketakjubannya pada penemuan Sains membawa Einstein kepada Tuhan.jika pandangan Agamanya mempengaruhi pemikiran ilmiahnya,pada gilirannya pemikiran ilmiahnya mewarnai pandangan agamanya.Ia sangat kritis pada ajaran Yahudi yang dianutnya.Misalnya,ia tidak begitu suka pada kepatuhan pada hukum-hukum”fiqh” Yahudiyang ketat.
               Kelak,setelah ia dewasa,penjajahannya dalam mencari rahasia alam dengan fisika kepada konsep Tuhan yang tidak sama seperti yang dianut oleh Yahudi ortodoks.Bagi Einstein,Tuhan tidak lagi personal dalam pengertian Tuhan dipandang dalam citra manusia.Tuhannya adalah Tuhan superpersonal(ausserpersonlichen) yang dibebaskan dari belengku Tuhan yang”semata-mata personal”(Nur-Personlichen),atau yang merupakan ungkapan keinginan-keinginan tersendiri.
                     Keberagamaaan Einstein,konon,diperoleh tidak hanya dari pendidikan masa kecilnya,tetapi juga dari perkawinannya dengan Mileva,kawanya dikelas fisika.Mileva adalah penganut Gereja Ortodoks Yunani yang saleh.ketika mereka terpaksa bercerai,Einstein memanggil mantan istrinya dengan mesra,”Engkau akan selalu menjadi tempat bagiku,yang tidak seorang pun bisa masuk kesitu.” Ketika ia memenangi hadiah Nobel-setelah enam kali di protes oleh fisikswan yang rasis,berkat temuannya dalam efek fotoelektrik,bukan teori relativitas –ia mengirimkan hadiah uangnya kepada Mileva.


               Integrasi  
              
               Dalam Integrasi,Agama menyumbangkan ajarannya pada ilmu pengetahuannya.Dan ilmu pengetahuan menghadiahkan penemuannya pada Agama .Agama dan ilmu pengetahuan tidak berperang,tetapi berkawin dalam perkawinan agung-yang disebut oleh Ken Wilber sebagai The Marriage of  Sense and Soul.
               Dengan meminjan metafora Eintein,kita berkata bahwa Agama memberikan tongkat kepada sains,agar ia tidak berkutat hanya pada pengamatan empiris;agar ia menjelajah dunia yang lebih luas.Sains memberikan lampu agar Agama melihat cuhaya dalam kegelapan;agar tidak tengelam dalam takhayul dan kepercayaan palsu.Muthahhari,dalam Manusia dan Agama,Menulis;
               Sejarah telah membuktikan bahwa pemisahan Sains dari keimanan telah menyebebkan kerusakan yang tak bisa diperbaiki lagi.keimanan harus dikenali lewat sains;keimanan bisa tetap aman dari berbagai takhayul melalui pencerahan sains.keimanan tanpa sains akan berakibat fanatisisme dan kemandekan.Persahabatan antara ilmu pengetahuan dan Agama,seperti yang disarankan Muthahhari,dalam cerita sifi juga(juga Einstein) adalah kerjasama antara si lumpuh dan si buta.Ilmu pengetahuan tanpa bantuan  Agama,akan terpaku pada tempat duduknya.
               Carl Sagan(Cosmos,1980:38) menceritakan eksprimen yang dilakukan oleh Dr.Urey dan rekan-rekannya di Universitas Cornell.Metana,amonia,hidrogen sulfida,dan air dimasukan ke dalam sebuah tabung dan diekspose pada kejutan listrik.Hasilnya adalah sejumlah senyawa organik.Dari eksprimen ini,disimpulkan bahwa molekul sederhana dapat melahirkan molekul yang lebih kompleks dalam kondisi yang terjadi pada atmoster primordial,Tetapi,para peneliti melupakan peranan mereka sendiri.dalam eksperimen itu, peranan eksperimenter sama sekali di hapuskan. Pada epolusi alam semesta, ilmu pengetahuan juga membuang peranan Tuhan.
               Pada 1978,913 pengikut Jim Jones melakukan bunuh diri masal di Guyana utara di sebuah desa yang mereka sebut JamesTown. Tengah malam, ketika bunyi sirine membanguankan mereka dari tidurnya, mereka berkumpul di lapangan. Jim Jones mengaku sebagai titisan Yesus, Ikhnaton, Buddha, dan lening sekaligus, menyuruh para pengikutnya meneguk secangkir racun.
               Di indonesia, walaupun tidak mungkin separah dan sengeri Aum atau People’s Temple, banyak sekali kelompok sempalan yang mengjarkan yang aneh-aneh dan ujung-ujungnya duit. Sejalan dengan naiknya harga dolar, jumlah aliran semacam itu melonjak dengan drastis. Guru-guru spiritual tumbuh seperti jamur dimusin hujan.gejlanya sama. Meraka menjual kebodohan kepada mereka yang haus pengalaman spiritual tanpa bimbingan ilmu pengetahuan. Mereka berjlan dan tergelincir.
Teilhard de Chardin
Bagaimanakah carabya kita memadukan ilmu pengetahuan dan agama.Ian Barbour (1990) menyebut dua contoh: teologi alamiah (natural theology) dan teologi alam (thology of nature). Keduanya berbeda sedikit saja. Teologi alamiah berpijak pada agama yang memperkuat ajaran agama dengan bukti-bukti ilmiah.Saya tertarik untuk menampilkan Teilhard de Chardin, sebagai ilmuwan yang menggabungkan keduanya.
               Pierre Teilhard de Chardin (1881-1955) adalah salah satu diantara sangat sedikit tokoh pemikir pada abad ini yang mengintegrasikan penelitian ilmu dengan jabatan keagamaan.pada awal karirnya,ahli paleontologi dan pendeta Jesuit ini menjadikan misi pribadinya untuk merekontruksi doktrin-doktrin kristen yang paling pokok dari perspektif ilmu pengetahuan dan pada saat yang sama,merekontruksi ilmu pengetahuan dari perspektif iman.
               Teilhard dilihdt oleh Vatikan sebagai ancaman bagi integritas iman.Roma memerintahkan agar tulisa-tulisan Agamanya tidak boleh diterbitkan;ia dilarang mengajar atau berbicara didepan hadapan umum berkaitan dengan masalah keagamaan;ia diusir daritanah airnya.Tetepi gagasan-gagasannya disebarkan secara informal  dan kadang-kadang secara rahasia oleh rekan-rekannya di gereja.ia menjadi pahlawan dan teladan bagi seluruh generasi pastor dan teolog bagi yang muda-muda.iamengerakan gerakan pembaruan yang akhirnya berkembang pada era Vatikan 11.
               Ketika ia melakukan penelitian paleontologis di Cina Utara,1927,Teilhard menulis “buku kecil tentang kesalehan”.ia mengirimnya kepada atasannya di Roma untuk menegaskan ketulusan dan kesetiaannya pada agama.Dalam buku ini,Teilhard berbicara tentang Millieu Ketuhanan.pada intinya ia menegaskan bahwa seluruh dunia materi adalah panggung untuk melihat Tuhan secara mistikal dan mendalam.sebagai ilmuan ia berpendapat bahwa sumber utama kebenaran agama harus dicari di dunia materibukan di magesterium gareja.ia mengajari para petinggi khatolik untuk melihat Tuhan dengan sains.
               Teilhard dibesarkan pada abad ke-19-abad kepongohan sains.Sains telah di anggap telah mengungkap rahasia alam semesta.Misteri terkuak dengan penemuan ilmiah.fisika menemukan inti materi dalam atom,balok fondasi alam semesta.Biologi mengungkapkan bahwa kehidupan  adalah hasil evolusi akibat pertarungan abadi untuk hidup(survival of the fittest).kecerdasan (bahkan roh) dijelaskan dengan hubungan saraf dan rangkaian reaksi kimia dalam sistem neural kita.
               Teilhard meninggal pada pertengahan abad ke-20-abad kerendahdirian sains.Dunia tidak sesederhana seperti yang digambarkan ilmuan abad ke-19.Alih-alih menjawab pertanyaan,sains sains melahirkan pertanyaaan yang lebih besar.Di balik atom ada dunia subatomis yang menyangkal semua mekanik Newtonian.dibawah-bawah sadar dan diatas kesadaran,ada lagi suprasadar.bom nuklir tidak hanya membunuh penduduk Hiroshima dan Nagasaki,tetapi jugmembunuh sains sebagai penganti agama.untuk menyelamatkan kedianya,Teilhard dibenci kedua belah pihak.sebagai ilmuwan,ia tidak dikenal.karena itu,konflik antara sains dan ilmu pengetahuan tidak berakhir dengan berakhirnya karier dan kehidupan Teilhard.

               Konflik
William A.Wallace,seperti Teilhard,adalah teologyang juga ilmuwan.Latar belakang spesialisasinya adalah fisika dan teknik elektro.ia mengambarkan riwayat konflik antara agama dan sains melalui rangkaian dialog para tokah.

               Galileo dan Bellarmine
                                            
“dialog yang pertama dan yang paling terkenal,antara galileo dan bellarmine.”Galileo menjadi korban yang sering diperingati dalam peperangan antara sains dan agama.pandangan Galileojelas dan tidak dibuat-buat.Dengan teleskopnya yang baru disempurnakan,ia menemukan hal-hal yang tampaknya bertentangan ajaran Alkitab.”Tetapi”ia beralasan,”The Book of Natural and the Book of Scripture mempunyai pengarang yang sama,dan kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran.karena itu tafsirkan kembali firman-firman dalam kitab Suci sehingga sesuai dengan penemuan ilmiahku,maka keserasiaan akan segera dikembalikan.Dalam dialog ini,sains kalah.agama menang.dihadapan pengadilan gereja,yang mengancamnya dengan siksaan dan hukuman mati.                 

               Huxley dan Wilburforce
Dua ratus tahun kemudian,Darwin menerbitkan The Origin of Species pada 1859.Buku ini  mengguncangkan  dunia ilmiah dan agama.manusia bukan lagiketurunan nabi yang ditempatkan disurga,ia tidak turun dari langit.ia turun dari monyet.walaupun Darwin [pada akhirnya ateis,yang tidak melakukan dialog terbuka dengan wakil gereja.maka perdebatatan pun direncanakan antara Huxley dan Bishop Samuel Wilburforce,yang tidak pernah membaca The Origin,tetapi telah dilatih untuk membantahnya oleh ilmuan inggris terkemuka,Sir Richard Owen.Dalam perdebatan ini,Sains menang.Agama kalah.

               Skripturalisme
Maurice Bucaille(2001) melakukan penelitian tentang Bibel,Al-Quran,dan sains modern,La Bible,Le Coran et La Science.ia berkesimpulan bahwa sebagian dari Bibel bertentangan dengan sains,sebagian hadis bertentangan dengan sains,tetapi tidak satu pun ayat Al-Quran yang dibohongkan sains.”karena Al-Quran autentik berasaldari Allah,sedangkan Bibel dan hadis ditulis manusia”.kata Bucaille.tetapi,Bucaille lupa,dalamhadis-hadis yang dianggap autentik itu terdapat juga hal-hal yang bertentangan dengan sains modern.Dan ia juga menyebutkan bahwa dalam penafsiran para ahli tafsir,ada ayat-ayat Al-Quran yang bertentangan dengan sains.
               Walhasil,kita bisa mengatakan bahwa jikaterjadikonflik antara Sains dan Al-Quran,kita harus menyunting dengan mengatakan konflik antara sains dan sebagian terjemahan Al-Quran.Halyang sama terjadi dengan Bibel.Agustinus menyatakan bahwa jika terjadi konflik antara ilmu pengetahuan ilmiahyang dapat dibuktikan dengan makna Bibel yang harfiah,kita harus menafsirkan Kitab Suci secara metaforis.
               Ketika diseret ke pengadilan Galileo percaya bahwa kebenaran ilmiah tidak akan pernah bercanggah dengan kebenaran Al-kitab.ia hanya akan bertentangan dengan penafsiran literal pada kitab suci.Gereja katolik Roma dan kebanyakan dominasi protestan bersedia untuk tidak lagi berpegang pada kemaksuman penafsiran darfiah Bibel.namun sampai sekarang masih banyak denominasi Protestan,seperti Gereja baptis Selatan.

               Sains Modern
Sains harus ditolak jika berbeda dengan agama.sebaliknya,sains modern melihat bahwa satu-satunya pengetahuan yang dapat dipercaya adalah sains.sains dapat diuji,dan dibuktikan;karena itu sains bersifat Universal.Agama pada gilirannya tidak bisa diuji.Agama karena bersifat yang subjektif,hanya diyakini oleh para penganutnya;karena itu,agama bersifat parokial.Sains bercerita tentang the bing bang dan evolusi.Prof.Loyal Rue,dalam artikelnya,”Redefining Myth and religion:Introduction to a Conversation”menulis bahwahanya sains satu-satunya cerita yang dapat mempersatukan dunia.”dan “keimanan” yang berlebihan pada sains ini disebut positivisme.sebagai aliran filsafat,positivisme ditegakan diatas asumsi-asumsi metafisis,aksiologis dan epistemologis.

              
               Asumsi Metafisis

Secara metafisis,positivisme mengasumsikan naturalisme,determinisme,dan reduksiolisme.Naturalisme adalah kepercayaan metafisis bahwa manusia dan alam semesta dapat dipahami dan akhirnya dijelaskan tanpa memasukan unsur”Tuhan” atau ”wujud tertinggi” dalam teori-teori ilmiah.Menurut Naturalisme,”Alam semesta ini mandiri,tanpa sebab atau kendali supranatural,dan dalam segala kemungkinan penefsiran dunia yang diberikan oleh sains adalah satu-satunya penjelasan realitas yang memuaskan.Dari akar Naturalismr tumbuh ateisme,yang menyatakan bahwa Tuhan tidak ada;dan agnostisisme yang menyatakan bahwa kita tidak mungkun mengetahui apakah Tuhan itu ada atau tiada.Naturalisme adalah Aqidah pokok sains modern-“science’s central dogma,without which it chould not function”.
               Determinisme adalah kepercayaaan bahwa setiap kejadian di alam semesta seluruhnya ditentukan dan dikondisikan oleh sebab-sebab alamiah yang terjadi sebelumnya.hubungan sebab akibat ini dirumuskan sebagai hukum yang berlaku universal.cabang universal yakni”pandangan bahwa hukum-hukum alam-karena bersifat hukum-tidak berubah dalam ruang atau waktu..hukum harus berlaku universal;kalau tidak,ia hanya berlaku pada satu titik dalamruang dan waktu,dan karena itu tidak disebut hukum atau kebenaran”.
               Reduksionisme adalah kepercayaan bahwa”keseluruhan dapat dipahami secara sempurna dengan menganalisis bagian-bagian.”Reduksionisme ada tiga; Atomisme adalah “pandangan bahwa objek material pengamatan dan pengetahuan kita dengan sendirinya dapat dipisahkan atau dibagi-bagi ke dalam variabel,konstruk,dan hukum-hukum yang lebih kecil dan dianggap lebih dari bagian-bagian yang lebih besar”.Mekanisme adalah kepercayaaan bahwa manusia,dunia,dan alam semesta “mirip sebuah mesin,yang...terdiri dari bagian-bagian kecil,yang bekerja sama secara tertib dan kerjasama keseluruhannya itu ditentukan dan diniscayakan oleh hukum”.Materialisme adalah “pandangan bahwa materi adalah realitas asasi didunia,dan apa saja yang ada bergantung pada materi.


               Asumsi Aksiologis

Cabang filsafat yang membahas teori nilai disebut aksiologis.Sains modern ditegakan pada dua asumsi aksiologis;relativisme etis adalah kepercayaan aksiologis bahwa”tidak ada prinsip-prinsip yang absah secara universal,karena satiap prinsip moral hanya absah secara relatif dengan pilihan kultural atau individual”. dan hedonisme etis adalah kepercayaaan bahwa”kita selalu berusaha untuk mencarikesenangan kita sendiri dan bahwa kebajikan tertinggi bagikita adalah kesenangan yang paling tinggi dengan derita yang paling dikit”,


               Asumsi Epistemologis

Epistemologis adalah cabang filsafat yang mempelajari sifat,sumber,validitas,dan batas-batas pengetahuan.Epistemologis berbicara tentang bagaimana kita tahu.sains modern menganut positivisme,yang percaya bahwa “pengetahuan terbatas pada fakta yang bisa diamati dan hubungan diantara fakta-fakta itu.”positivisme berkaitan dengan dua asumsi; realitas klasik disebut juga realisme naif bahwa alam semesta  itu ada tanpa bergantung pada manusia.melalui pengalaman alam semesta pada akhirnya dapat diserap dan dipahami secara akurat oleh manusia.Empirisme adalah kepercayaaan epistemologis “bahwa pengalaman indra kita-melihat,menyentuh,mendengar,mencium,mengecap-memberikan kepada kita pengetahuan yang terpecaya tentang dunia”.

               Indenfendensi

Para penganut indenpendensi percaya bahwa agama dan sains punya wilayah yurisdiksi masing-masing.keduanya harus hidup bersanding,bukan bertanding.sains tidak boleh memasuki wilayah agama,sebagaimana agama juga tidak boleh melakukan intervendensi dalam wilayah sains.

                                                     
            Perbedaan Metode
            Pada abad Pertengahan,orang membedakan antara kebenaran yang diwahyukan dan kenaran yang ditemukan,revealed truth dan human discovery.Agama didasarkan pada kebenara yang ditemukan dalam kitab suci,The Scipture.Ilmu pengetahuan didasarkan pada kebenaran yang ditemukan mausia melaui akal dan pegamatan pada alam semesta,the nature.Didunia islam,dibedakan antara ayat-ayat Quraniyyah dan ayat-ayat a.Tanda-tanda Tuhan yangu pertama melalui agama,dan tanda-tanda Tuhan yang kedua dipahami melalui sains.para ulama tasawuf  islam membedakan antara alam nasut dan alam malakut.kedua ala mini mepunyai hukum-hukun tersendiri.Alam nasut dipersepsi mealu basher,mata lahir;alam malakut dicerap bashirah,mata batin.Al-Ghazali menerapkan  dualism ini ketika ia berbica psikologi.manusia terdiri dari dua dimensi:khalaq yang terlihat dan khuluq yang dapat dipelejari,dipelihara,dan dikembangkan melalui ilmu pengetahuan,misalnya ilmu kedoktoran.
            Langdon Gilkerey,dalam saksiannya,menjelaskan perbedaan antara sains dan agama:
1)      sains berusaha menjelaskan data yang objektif,public,dan dapat diulangi.Agama mempertanyakan adanya keteraturan dan keindahan didunia dan pengalaman hidup batinah kita,seperti perasaan bersalah,kecemasan dan kesempurnaan pada posisi lain.
2)      sains mengajukan pertanyaan yang objektif, how questions, berkenan dengan makna,tujuaan,dan asal-usul serta nasib terakhir kita.
3)      basis otoritas sains terletak pada koherensilogis dan da reksperimelatal.otoristas terakhir dalam agama ada pada Tuhan dan wahyu yang dapat dipahami melalui orang-orang yang telah diberi pencerahan dan pandangan batin, dibuktikan keabsahannya dengan pengalaman kita sendiri.
4)      Sains membuat ramalan kuantitatif yang dapat diuji secara eksprimen. Agama harus menggunakan bahasa analogis dan simbolis karena Tuhan bersifat transenden.

Perbedaan Bahasa

Perbedaan keempat yang diatas berkaitan dengan bahasa jika agama menggunakan bahasa analogis dan simbolis, dan sains menggunakan bahasa logis dan empiris. Kaum positivis logis menganggap bahwa dalam bahasa ilmiah pertanyaan yang bermakna hanyalah pertanyaan yang mempunyai rujukan emperis. Menurut para analis linguistik, bahwa yang berbeda mempunyai pungsi yang berbada.Dalam ngkapan Witgenstein, “language Game” dibedakan dari caranya  dalam konteks sosial.sains dan agama melakukan tugas yang berbeda, masing-masing tidak dapat dinilai dengan standar yang lain. Tugas bahasa ilmiah ialah meramalkan mengendalikan. Teori digunakan untuk mengidentifikasikan objek pengamantan dalam bentuk variable yang dibatasi secara tegas, menghubung-hubungkannya, dan merumuskan prediksi.orang yang menyatakan bahwa agama menyejahterakan manusia dunia dan akhirat,sedangkan berbucara dengan  bahasa agama.
            Karena sains hanya mampu melakukan pegamatan pada apa pun yang bisa diukur,sains tidak bisa dipaksa-dan jangan memaksakan diri=untuk memberikan pandangan-dunia yang mnyeluruh,filsafat hidup,atau norma-norma etis.sampai disini, Tetapi,seperti yang dijelaskan Barbour(1990) dan Rolston 111 (1987),keduanya mnjelaskan dunia yang sama.kemusykilan mempertahankan indenpendensi justru terletak pada diri kita.kita mengalami kehidupan sebagai keseluruhan, dan tidak memisah-misahkan sebagai bagian-bagian.

SEJARAH HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA(TEOLOGI)

“Sejarah sains versua Agama dicemari oleh banyak kenangan pahit.Para astronom pada zaman sekarang sering menggunakan penganiayaan pada Galelio dan Copernicus sebagai contoh menakutkan tentang Gereja sebagai tokoh jahat yang merintangi kemajuan ilmiah.Secara kebetulan,mayoritas akademis dikampus sekuler mempunyai kecendrungan ateistik.bagi kaum sekunder,keimanan kepada Tuhana hanyalah takhayul Abad Pertengahan yang dijalin erat oleh fantasi seksual kekanak-kanakan gaya Freud.Pada sisi yang lain ,sains dicurigai oleh banyak orang Kristen karena tabiatnya yang ateis. Keterasingan antara sains dan agama telah berkurang belakangan ini karena banyak kaumapologis yang pintar telah mulai berdialog dengan kaum sekuler…

Sains sebagai Kenangan Renaisans

Francis Schaffer, ketika menganalisis geseran budaya pada Eropa abad ke-19, menyadari bahwa perkembangan filsafat menjadi katalisator transformasi budaya.Agak berbeda dengan lahirnya pikiran abad ke-19 yang diabadikan oleh filsafat eksistensialnya Soren Kierkegaard, munculnya periode Renaisans, yang pada mulanya diantarkan sebagai revolusi seni pada abad ke-15,tidak disertai oleh aliran filsafat  yang tersusun baik. Renaisans hanyalah geseran spontan dari teologi abad Pertengahan menuju humanism, yang menandai kembalinya paganisme dari peroiode yunani klasik.keterpesonaan abad paganism di ungkapkan pada karya-karya seperti “kelahiran Venus” dari Sandro Boticelli sesudah 1482.Urat nadi humanistik mengalir dalam seluruh tubuh Renaisans dan dinyatakan dalam slogan “manusia dapat melakukan apa pun yang ia inginkan”.
            Thomas Aquinas, teolog terbesar Abad Pertengahan dab ahli sentensis,mengukuhkan pemikiran aporioiri Aristoteles sebagai dasar pengetahuan.Francis Bacon, yang dipuji sebagai bapak Renaisans,menolak logika Aristoteles sejak ia menjadi mahasiswa di Trinity College. Bacon dimuliakan hingga mencapai kedudukan tokah mitologis karena ia ikatan dengan logika arus utama (mainstream) Aba Pertangahan, untuk “masuk kedalam nti persoalan” dalam dukungannya pada observasi dan eksperimen sebagai penganti deduksi prinsip Apriori.Penolakan kepada akal apriori menimbulkan revolusi dalam wacana-wacana intektual; “di sana sini,di universitas, biara, dan tempat tetret yang tersembunyi, orang berhenti berdiskusi dan mulai meneliti”.
            Sejak saat itu,sains dikenal sebagai pembrontak terhadap otoritas Gereja.Kepler,Galileo,dan Capernicus menjadi pembrontak tekadan dizamannya. Banyak persekusi dan sinoda gagal untuk menghambat kemajuan semangat Renaisans.Sebaiknya,masa-masa berat itu mendorong kaum revolusionis untuk berjuang menentang penindasan intelektual.sungguh sangat mengerikan bahwa pemikiran ilmiah pada akhirnya mengantikan teologi pada lingkungan budaya Barat.pada akhirnya, kepunahan pandangan Abad Pertengahan diresmikan dengan penerbitan karya Immanuek Kant,Kritik der reiner Vernunft, dan pada 1781.
            Perjuangan antara ilmuwan dan pendeta menampakan dirinya dalam bentuk dikotomi yang tak bsa disatukan antara tradisi dan kebebasan . Berpikir bebas, sebagai reaksi negative terhadap pendekatan opriori dalam dogma Gereja, melahirkan sejumlah filsafat sekuler.kobaran api sekilarisasi menyebar tak terkendali keseluruh dunia pasca Kristen.Origin of Speciesnya Dawin memberikan mekanisme kemunculan kehidupan tanpa seorang Pencipta.Psikoanalisisnya Freud menghilangkan kredibilitas perasaan agama dengan menjadikannya sebagai bentuk-bentuk perasaan seksual kekanak-kanakan.Teori Relativitasnya Einstein sering disalah pahami sebagai argument untuk memperkuat rlativisme;padahal tidak ada ilmuan yang lebih religious seperti Einstein pada zaman modern.Niels Bohr,salah seorang penemu mekenisme kuntum, adalah bapak positivism Kopenhage.Anti-realismenya teleh masuk kedalam penafsirannya pada fisika kuantum. Ia menulis, “tidak ada dunia kuntum,yang ada hanyalah gambaran fisik yang abstrak.Salah sekali untuk menduga bahwa tugas fisika adalah menemukan bagaimana keadaan alam.Fisika hanya berkaitan dengan apa yang bisa kita katakana tentang alam.”
Positivisme membuka jalan pada fisikalisme didalam sains.Pandangan Empiris Bas van Fraassen adalah lingua Franca pada dunia ilmiah abad ke-20.Kriteria “empirical adequacy” diterima bulat-bulat oleh banyak orang sebagai dasar pengetahuan.Fisikalise berusaha membersihkan semua rujukan kepada apa pun yang tidak bersifat fisik dari kamus ilmiah.Dalam bayangnya, alam semesta hanyalah berdiri dari materi dan energy,tanpa ada sifat transcendental apa pun.ketika agama muncul kembali dalam sains popular pada tahun 1970-an dan 1980-an,panteisme menjadi ungkapan sains dan agama yang diterima luas.Ahli fisika, Fritjof Capra dan Gazy Zukau,berhasil memadu mistisisme Timur dan fisika modern secara popular.Karya Best-Seller Capra, The Tao of Physics, dan karya Zukau, The Dancing Wu Li Master, tampaknya menjadi contoh jelek tentang pemikiran religio-ilmiah jika melihat kenaifan para pengarangnya terhadap tradisi teologi Barat.Walaupun tema utama dalam penafsiran teori kuantum dengan panteisme secara teoretis lemah, popularitas karya Capra dan Zulkau menunjukan kebutuhan pokok manusia untuk menemukan makna yang lebih tinggi yang tidak diperoleh dalam pamdangan dunia mekanistis.
                        Budaya abad ke-20 ditandai dengan geseran lainnya dari saintisme ke posmodernisme sebagai generasi pembrontak yang makin lama makin kecewa dengan sains dan teknologi di tengah-tengah ketidakpastian dan pengangguran.Warawan John Hogan,dalam The End of Science, melukiskan gambaran yang muram tentang masa depan sains.Pesimisme posmodernisnya sejalan dengan perasaan umum dikalangan guru-guru ilmiah yang merasakan bahwa sains murni telah mencapai batasannya.Ahli fsika,Louis Osbourne, di MIT pernah berbicara kepada saya bahwa fisika adalah sains eksperimental terobosan eksperimental sangat bergantung pada kemajaun teknolgi, pada gilirannya,fisika sebagai unsur kecil dalam budaya modern tidak lagi menjadi tuan untuk nasibnya sendiri. Disamping pertimbangan ekonomi dan politik,ada batas pisik pada apa yang dapat dilakukan teknologi untuk memahami tentang keterbatasan sains eksperimental, cukuplah disini diketahui bahwa untuk meguji teori superstring dan the bing bang,diperlukan pemmbangunan akselelator partikel berdimensi 1000 tahun cahaya. Karena alasan ini lah,para ahli fisika percaya bahwa fisika partikel dan kosmologi pada akhirnya akan berhenti sebagai sains dan perlahan-lahan akan menjadi cabang filsafat.
            Ujung dari verifikasionalisme secara serius melumpuhkan doktri empirisme ilmiah. Fisika paska perang dingin dihambat oleh krisis anggaran dan munclnya antirasionalisme posmodernis.banyak peramal kiamat meramalkan akhir sains. Walaupun sains sebagai satu usaha harus melakukan penyesuian dalam memenuhi tuntutan ekonominya,sains sebagai ungkapan kritis rasa ingin tahu kita akan tetap menemukan tempatnya dimasarakat selama masih ada pertanyaan-pertanyaan baik yag merangsang imajiniasi kita.pemikiran hidup untuk berpikir.pertanyaan yang baiktidak dapat ditinggalkan, bahwa ditengah-tengah kemiskinan dan keterasingan Kant mengulas sangat medalam tentang watak akal manusia yang selalu bertanya.karena akal manusia, tanpa hambatan yang diakibatkan oleh kesombongan pengetahuan besar,akan selalu bergerak,didorong oleh perasaan kebutuhan,menuju pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh perapan akal secara empiris atau prinsip-prinsip yang ditarik darinya dank arena itu selalu saja ada pada setiap manusia sejenis sistem metafisika.selalu ada saja ilmuan baik yang berpikir bukan karena kebutuhan, melainkan karena kesenangan. Walaupun ilmuan yang tidak beriman cendrung keliru dalam penilaiannya,dengan mencoba memberi makna ciptaan tanpa sang pencipta,upaya ilmiah mereka yang terus menerus kadang-kadang akan memergoki unsure-unsur kebenaran yang membantu meringankan penjelasan pada sifat alam semesta ketika dihubungkan dengan teologi.

No comments: