AGAMA DAN ILMU
PENGETAHUAN
Einstein dan Agama
”Kita ingin tahu tidak saja bagaimana
alam itu dalam prosesnya,tetapi kita juga ingin tahu mengapa alam ini begini
dan tidak dalam bentuk lainnya”,kata Einstein,nama yang melambangkan raksasa
ilmu pengetahuan.ketika bergerak dari pertanyaan”bagaimana” ke pertanyaan ”mengapa”,ia bergerak dari ilmu pengetahuan
ke Agama.Menurut Max Jammers,pemahaman Einstein dalam fisika dan pemahamannya
dalam agama berpadu secara mendalam.Einstein melihat jejak-jejak Tuhan pada
alam.hanya melalui ilmupengetahuan alam,manusia dapat mengapai pikiran
Tuhan.Friederich Durrenmatt sekali waktu mengomentari pandangan Einstein
tentang Tuhan,”Einstein pflegte so of von
Gott zu sprechen,dass ich beinahe vermute,er sei ein verkappter Theologe
gewesen.”Einstein suka berbicara tentang Tuhan begitu seringnya sehingga
saya hampir melihatnya sebagai teologi tersembunyi.
Menurut
Torrance,bagi Einstein,Tuhan bukan modus berpikir,melainkan ungkapan iman yang
menjadi pedoman hidupnya(einess gelebten
Glaubens).Keimanan kepada Tuhan mendasari pemikiran ilmiahnya; dan pada
saat yang sama,pandangan Agamanya sangat dipengaruhi oleh pemikiran ilmiah.Pada
pidatonya di depan Princeton Theological Seminar tahun 1939,Einstein berkata:
Ilmu
pengetahuan hanya dapat diciptakan oleh mereka yang dipenuhi dengan gairah
untuk mencapai kebenaran dan pemahaman.Tetapi sumber perasaan itu berasal dari
tatanan Agama.Termasuk didalamnya adalah keimanan pada kemungkinan bahwa semua
peraturan yang berlaku pada dunia wujud itu bersifat rasional.Artinya,dapat
dipahami oleh akal.Saya tidak dapat membayangkan ada ilmuan sejati yang tidak
mempunyai keimanan yang mendalam seperti itu.Keterangan ini dapat diungkapkan
dengan gambaran: ilmu pengetahuan tanpa Agama lumpuh,Agama tanpa ilmu
pengetahuan buta.
Bagi Einstein,tidak terbayangkan ada ilmuan yang tidak
punya keimanan yang mendalam.Makin jauh kita masuk pada rasia alam,makin besar
kekaguman dan penghormatan kita kepada Tuhan.ia juga melihat Tuhan dalamalunan
musik yang mempesona.
Ketakjubannya pada penemuan Sains membawa Einstein
kepada Tuhan.jika pandangan Agamanya mempengaruhi pemikiran ilmiahnya,pada
gilirannya pemikiran ilmiahnya mewarnai pandangan agamanya.Ia sangat kritis
pada ajaran Yahudi yang dianutnya.Misalnya,ia tidak begitu suka pada kepatuhan
pada hukum-hukum”fiqh” Yahudiyang ketat.
Kelak,setelah ia dewasa,penjajahannya dalam mencari
rahasia alam dengan fisika kepada konsep Tuhan yang tidak sama seperti yang
dianut oleh Yahudi ortodoks.Bagi Einstein,Tuhan tidak lagi personal dalam
pengertian Tuhan dipandang dalam citra manusia.Tuhannya adalah Tuhan
superpersonal(ausserpersonlichen) yang
dibebaskan dari belengku Tuhan yang”semata-mata personal”(Nur-Personlichen),atau yang merupakan ungkapan keinginan-keinginan
tersendiri.
Keberagamaaan Einstein,konon,diperoleh tidak hanya dari pendidikan masa
kecilnya,tetapi juga dari perkawinannya dengan Mileva,kawanya dikelas
fisika.Mileva adalah penganut Gereja Ortodoks Yunani yang saleh.ketika mereka
terpaksa bercerai,Einstein memanggil mantan istrinya dengan mesra,”Engkau akan
selalu menjadi tempat bagiku,yang tidak seorang pun bisa masuk kesitu.” Ketika
ia memenangi hadiah Nobel-setelah enam kali di protes oleh fisikswan yang
rasis,berkat temuannya dalam efek fotoelektrik,bukan teori relativitas –ia
mengirimkan hadiah uangnya kepada Mileva.
Integrasi
Dalam Integrasi,Agama menyumbangkan ajarannya pada
ilmu pengetahuannya.Dan ilmu pengetahuan menghadiahkan penemuannya pada Agama
.Agama dan ilmu pengetahuan tidak berperang,tetapi berkawin dalam perkawinan
agung-yang disebut oleh Ken Wilber sebagai The
Marriage of Sense and Soul.
Dengan
meminjan metafora Eintein,kita berkata bahwa Agama memberikan tongkat kepada
sains,agar ia tidak berkutat hanya pada pengamatan empiris;agar ia menjelajah
dunia yang lebih luas.Sains memberikan lampu agar Agama melihat cuhaya dalam
kegelapan;agar tidak tengelam dalam takhayul dan kepercayaan
palsu.Muthahhari,dalam Manusia dan Agama,Menulis;
Sejarah telah membuktikan bahwa pemisahan Sains dari
keimanan telah menyebebkan kerusakan yang tak bisa diperbaiki lagi.keimanan
harus dikenali lewat sains;keimanan bisa tetap aman dari berbagai takhayul
melalui pencerahan sains.keimanan tanpa sains akan berakibat fanatisisme dan
kemandekan.Persahabatan antara ilmu pengetahuan dan Agama,seperti yang
disarankan Muthahhari,dalam cerita sifi juga(juga Einstein) adalah kerjasama
antara si lumpuh dan si buta.Ilmu pengetahuan tanpa bantuan Agama,akan terpaku pada tempat duduknya.
Carl Sagan(Cosmos,1980:38)
menceritakan eksprimen yang dilakukan oleh Dr.Urey dan rekan-rekannya di
Universitas Cornell.Metana,amonia,hidrogen sulfida,dan air dimasukan ke dalam
sebuah tabung dan diekspose pada kejutan listrik.Hasilnya adalah sejumlah
senyawa organik.Dari eksprimen ini,disimpulkan bahwa molekul sederhana dapat
melahirkan molekul yang lebih kompleks dalam kondisi yang terjadi pada atmoster
primordial,Tetapi,para peneliti melupakan peranan mereka sendiri.dalam
eksperimen itu, peranan eksperimenter sama sekali di hapuskan. Pada epolusi
alam semesta, ilmu pengetahuan juga membuang peranan Tuhan.
Pada 1978,913 pengikut Jim Jones melakukan bunuh diri
masal di Guyana utara di sebuah desa yang mereka sebut JamesTown. Tengah malam,
ketika bunyi sirine membanguankan mereka dari tidurnya, mereka berkumpul di
lapangan. Jim Jones mengaku sebagai titisan Yesus, Ikhnaton, Buddha, dan lening
sekaligus, menyuruh para pengikutnya meneguk secangkir racun.
Di indonesia, walaupun tidak mungkin separah dan
sengeri Aum atau People’s Temple, banyak sekali kelompok sempalan yang
mengjarkan yang aneh-aneh dan ujung-ujungnya duit. Sejalan dengan naiknya harga
dolar, jumlah aliran semacam itu melonjak dengan drastis. Guru-guru spiritual
tumbuh seperti jamur dimusin hujan.gejlanya sama. Meraka menjual kebodohan
kepada mereka yang haus pengalaman spiritual tanpa bimbingan ilmu pengetahuan.
Mereka berjlan dan tergelincir.
Teilhard
de Chardin
Bagaimanakah carabya
kita memadukan ilmu pengetahuan dan agama.Ian Barbour (1990) menyebut dua
contoh: teologi alamiah (natural theology)
dan teologi alam (thology of nature).
Keduanya berbeda sedikit saja. Teologi alamiah berpijak pada agama yang
memperkuat ajaran agama dengan bukti-bukti ilmiah.Saya tertarik untuk
menampilkan Teilhard de Chardin, sebagai ilmuwan yang menggabungkan keduanya.
Pierre Teilhard de Chardin (1881-1955) adalah salah
satu diantara sangat sedikit tokoh pemikir pada abad ini yang mengintegrasikan
penelitian ilmu dengan jabatan keagamaan.pada awal karirnya,ahli paleontologi
dan pendeta Jesuit ini menjadikan misi pribadinya untuk merekontruksi
doktrin-doktrin kristen yang paling pokok dari perspektif ilmu pengetahuan dan
pada saat yang sama,merekontruksi ilmu pengetahuan dari perspektif iman.
Teilhard dilihdt oleh Vatikan sebagai ancaman bagi
integritas iman.Roma memerintahkan agar tulisa-tulisan Agamanya tidak boleh
diterbitkan;ia dilarang mengajar atau berbicara didepan hadapan umum berkaitan
dengan masalah keagamaan;ia diusir daritanah airnya.Tetepi gagasan-gagasannya
disebarkan secara informal dan
kadang-kadang secara rahasia oleh rekan-rekannya di gereja.ia menjadi pahlawan
dan teladan bagi seluruh generasi pastor dan teolog bagi yang
muda-muda.iamengerakan gerakan pembaruan yang akhirnya berkembang pada era
Vatikan 11.
Ketika ia melakukan penelitian paleontologis di Cina
Utara,1927,Teilhard menulis “buku kecil tentang kesalehan”.ia mengirimnya
kepada atasannya di Roma untuk menegaskan ketulusan dan kesetiaannya pada
agama.Dalam buku ini,Teilhard berbicara tentang Millieu Ketuhanan.pada intinya ia menegaskan bahwa seluruh dunia
materi adalah panggung untuk melihat Tuhan secara mistikal dan mendalam.sebagai
ilmuan ia berpendapat bahwa sumber utama kebenaran agama harus dicari di dunia
materibukan di magesterium gareja.ia
mengajari para petinggi khatolik untuk melihat Tuhan dengan sains.
Teilhard dibesarkan pada abad ke-19-abad kepongohan sains.Sains
telah di anggap telah mengungkap rahasia alam semesta.Misteri terkuak dengan
penemuan ilmiah.fisika menemukan inti materi dalam atom,balok fondasi alam
semesta.Biologi mengungkapkan bahwa kehidupan
adalah hasil evolusi akibat pertarungan abadi untuk hidup(survival of
the fittest).kecerdasan (bahkan roh) dijelaskan dengan hubungan saraf dan
rangkaian reaksi kimia dalam sistem neural kita.
Teilhard meninggal pada pertengahan abad ke-20-abad
kerendahdirian sains.Dunia tidak sesederhana seperti yang digambarkan ilmuan
abad ke-19.Alih-alih menjawab pertanyaan,sains sains melahirkan pertanyaaan
yang lebih besar.Di balik atom ada dunia subatomis yang menyangkal semua
mekanik Newtonian.dibawah-bawah sadar dan diatas kesadaran,ada lagi
suprasadar.bom nuklir tidak hanya membunuh penduduk Hiroshima dan
Nagasaki,tetapi jugmembunuh sains sebagai penganti agama.untuk menyelamatkan
kedianya,Teilhard dibenci kedua belah pihak.sebagai ilmuwan,ia tidak
dikenal.karena itu,konflik antara sains dan ilmu pengetahuan tidak berakhir
dengan berakhirnya karier dan kehidupan Teilhard.
Konflik
William
A.Wallace,seperti Teilhard,adalah teologyang juga ilmuwan.Latar belakang
spesialisasinya adalah fisika dan teknik elektro.ia mengambarkan riwayat
konflik antara agama dan sains melalui rangkaian dialog para tokah.
Galileo dan
Bellarmine
“dialog yang pertama
dan yang paling terkenal,antara galileo dan bellarmine.”Galileo menjadi korban
yang sering diperingati dalam peperangan antara sains dan agama.pandangan
Galileojelas dan tidak dibuat-buat.Dengan teleskopnya yang baru
disempurnakan,ia menemukan hal-hal yang tampaknya bertentangan ajaran
Alkitab.”Tetapi”ia beralasan,”The Book of
Natural and the Book of Scripture mempunyai pengarang yang sama,dan
kebenaran tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran.karena itu tafsirkan
kembali firman-firman dalam kitab Suci sehingga sesuai dengan penemuan
ilmiahku,maka keserasiaan akan segera dikembalikan.Dalam dialog ini,sains
kalah.agama menang.dihadapan pengadilan gereja,yang mengancamnya dengan siksaan dan hukuman mati.
Huxley dan Wilburforce
Dua ratus tahun
kemudian,Darwin menerbitkan The Origin of
Species pada 1859.Buku ini
mengguncangkan dunia ilmiah dan
agama.manusia bukan lagiketurunan nabi yang ditempatkan disurga,ia tidak turun
dari langit.ia turun dari monyet.walaupun Darwin [pada akhirnya ateis,yang
tidak melakukan dialog terbuka dengan wakil gereja.maka perdebatatan pun
direncanakan antara Huxley dan Bishop Samuel
Wilburforce,yang tidak pernah membaca The
Origin,tetapi telah dilatih untuk membantahnya oleh ilmuan inggris
terkemuka,Sir Richard Owen.Dalam perdebatan ini,Sains menang.Agama kalah.
Skripturalisme
Maurice Bucaille(2001)
melakukan penelitian tentang Bibel,Al-Quran,dan sains modern,La Bible,Le Coran et La Science.ia
berkesimpulan bahwa sebagian dari Bibel bertentangan dengan sains,sebagian
hadis bertentangan dengan sains,tetapi tidak satu pun ayat Al-Quran yang
dibohongkan sains.”karena Al-Quran autentik berasaldari Allah,sedangkan Bibel
dan hadis ditulis manusia”.kata Bucaille.tetapi,Bucaille lupa,dalamhadis-hadis
yang dianggap autentik itu terdapat juga hal-hal yang bertentangan dengan sains
modern.Dan ia juga menyebutkan bahwa dalam penafsiran para ahli tafsir,ada
ayat-ayat Al-Quran yang bertentangan dengan sains.
Walhasil,kita bisa mengatakan bahwa jikaterjadikonflik
antara Sains dan Al-Quran,kita harus menyunting dengan mengatakan konflik
antara sains dan sebagian terjemahan Al-Quran.Halyang sama terjadi dengan
Bibel.Agustinus menyatakan bahwa jika terjadi konflik antara ilmu pengetahuan
ilmiahyang dapat dibuktikan dengan makna Bibel yang harfiah,kita harus
menafsirkan Kitab Suci secara metaforis.
Ketika diseret ke pengadilan Galileo percaya bahwa kebenaran
ilmiah tidak akan pernah bercanggah dengan kebenaran Al-kitab.ia hanya akan
bertentangan dengan penafsiran literal pada kitab suci.Gereja katolik Roma dan
kebanyakan dominasi protestan bersedia untuk tidak lagi berpegang pada
kemaksuman penafsiran darfiah Bibel.namun sampai sekarang masih banyak
denominasi Protestan,seperti Gereja baptis Selatan.
Sains Modern
Sains harus ditolak
jika berbeda dengan agama.sebaliknya,sains modern melihat bahwa satu-satunya
pengetahuan yang dapat dipercaya adalah sains.sains dapat diuji,dan
dibuktikan;karena itu sains bersifat Universal.Agama pada gilirannya tidak bisa
diuji.Agama karena bersifat yang subjektif,hanya diyakini oleh para
penganutnya;karena itu,agama bersifat parokial.Sains bercerita tentang the bing bang dan evolusi.Prof.Loyal
Rue,dalam artikelnya,”Redefining Myth and religion:Introduction to a
Conversation”menulis bahwahanya sains satu-satunya cerita yang dapat
mempersatukan dunia.”dan “keimanan” yang berlebihan pada sains ini disebut
positivisme.sebagai aliran filsafat,positivisme ditegakan diatas asumsi-asumsi
metafisis,aksiologis dan epistemologis.
Asumsi Metafisis
Secara
metafisis,positivisme mengasumsikan naturalisme,determinisme,dan
reduksiolisme.Naturalisme adalah kepercayaan metafisis bahwa manusia dan alam
semesta dapat dipahami dan akhirnya dijelaskan tanpa memasukan unsur”Tuhan”
atau ”wujud tertinggi” dalam teori-teori ilmiah.Menurut Naturalisme,”Alam
semesta ini mandiri,tanpa sebab atau kendali supranatural,dan dalam segala
kemungkinan penefsiran dunia yang diberikan oleh sains adalah satu-satunya
penjelasan realitas yang memuaskan.Dari akar Naturalismr tumbuh ateisme,yang
menyatakan bahwa Tuhan tidak ada;dan agnostisisme yang menyatakan bahwa kita
tidak mungkun mengetahui apakah Tuhan itu ada atau tiada.Naturalisme adalah
Aqidah pokok sains modern-“science’s
central dogma,without which it chould not function”.
Determinisme adalah kepercayaaan bahwa setiap kejadian
di alam semesta seluruhnya ditentukan dan dikondisikan oleh sebab-sebab alamiah
yang terjadi sebelumnya.hubungan sebab akibat ini dirumuskan sebagai hukum yang
berlaku universal.cabang universal yakni”pandangan bahwa hukum-hukum
alam-karena bersifat hukum-tidak berubah dalam ruang atau waktu..hukum harus
berlaku universal;kalau tidak,ia hanya berlaku pada satu titik dalamruang dan
waktu,dan karena itu tidak disebut hukum atau kebenaran”.
Reduksionisme adalah kepercayaan bahwa”keseluruhan
dapat dipahami secara sempurna dengan menganalisis bagian-bagian.”Reduksionisme
ada tiga; Atomisme adalah “pandangan bahwa objek material pengamatan dan
pengetahuan kita dengan sendirinya dapat dipisahkan atau dibagi-bagi ke dalam
variabel,konstruk,dan hukum-hukum yang lebih kecil dan dianggap lebih dari
bagian-bagian yang lebih besar”.Mekanisme adalah kepercayaaan bahwa
manusia,dunia,dan alam semesta “mirip sebuah mesin,yang...terdiri dari
bagian-bagian kecil,yang bekerja sama secara tertib dan kerjasama
keseluruhannya itu ditentukan dan diniscayakan oleh hukum”.Materialisme adalah
“pandangan bahwa materi adalah realitas asasi didunia,dan apa saja yang ada bergantung
pada materi.
Asumsi Aksiologis
Cabang filsafat yang
membahas teori nilai disebut aksiologis.Sains modern ditegakan pada dua asumsi
aksiologis;relativisme etis adalah kepercayaan aksiologis bahwa”tidak ada
prinsip-prinsip yang absah secara universal,karena satiap prinsip moral hanya
absah secara relatif dengan pilihan kultural atau individual”. dan hedonisme
etis adalah kepercayaaan bahwa”kita selalu berusaha untuk mencarikesenangan
kita sendiri dan bahwa kebajikan tertinggi bagikita adalah kesenangan yang
paling tinggi dengan derita yang paling dikit”,
Asumsi
Epistemologis
Epistemologis adalah cabang
filsafat yang mempelajari sifat,sumber,validitas,dan batas-batas
pengetahuan.Epistemologis berbicara tentang bagaimana kita tahu.sains modern
menganut positivisme,yang percaya bahwa “pengetahuan terbatas pada fakta yang
bisa diamati dan hubungan diantara fakta-fakta itu.”positivisme berkaitan
dengan dua asumsi; realitas klasik disebut juga realisme naif bahwa alam
semesta itu ada tanpa bergantung pada manusia.melalui
pengalaman alam semesta pada akhirnya dapat diserap dan dipahami secara akurat
oleh manusia.Empirisme adalah kepercayaaan epistemologis “bahwa pengalaman
indra kita-melihat,menyentuh,mendengar,mencium,mengecap-memberikan kepada kita
pengetahuan yang terpecaya tentang dunia”.
Indenfendensi
Para penganut
indenpendensi percaya bahwa agama dan sains punya wilayah yurisdiksi
masing-masing.keduanya harus hidup bersanding,bukan bertanding.sains tidak
boleh memasuki wilayah agama,sebagaimana agama juga tidak boleh melakukan
intervendensi dalam wilayah sains.
Perbedaan Metode
Pada
abad Pertengahan,orang membedakan antara kebenaran yang diwahyukan dan kenaran
yang ditemukan,revealed truth dan human discovery.Agama didasarkan pada
kebenara yang ditemukan dalam kitab suci,The Scipture.Ilmu pengetahuan
didasarkan pada kebenaran yang ditemukan mausia melaui akal dan pegamatan pada
alam semesta,the nature.Didunia islam,dibedakan antara ayat-ayat Quraniyyah dan
ayat-ayat a.Tanda-tanda Tuhan yangu pertama melalui agama,dan tanda-tanda Tuhan
yang kedua dipahami melalui sains.para ulama tasawuf islam membedakan antara alam nasut dan alam
malakut.kedua ala mini mepunyai hukum-hukun tersendiri.Alam nasut dipersepsi
mealu basher,mata lahir;alam malakut dicerap bashirah,mata batin.Al-Ghazali
menerapkan dualism ini ketika ia berbica
psikologi.manusia terdiri dari dua dimensi:khalaq yang terlihat dan khuluq yang
dapat dipelejari,dipelihara,dan dikembangkan melalui ilmu pengetahuan,misalnya
ilmu kedoktoran.
Langdon
Gilkerey,dalam saksiannya,menjelaskan perbedaan antara sains dan agama:
1) sains
berusaha menjelaskan data yang objektif,public,dan dapat diulangi.Agama
mempertanyakan adanya keteraturan dan keindahan didunia dan pengalaman hidup
batinah kita,seperti perasaan bersalah,kecemasan dan kesempurnaan pada posisi
lain.
2) sains
mengajukan pertanyaan yang objektif, how questions, berkenan dengan
makna,tujuaan,dan asal-usul serta nasib terakhir kita.
3) basis
otoritas sains terletak pada koherensilogis dan da reksperimelatal.otoristas
terakhir dalam agama ada pada Tuhan dan wahyu yang dapat dipahami melalui
orang-orang yang telah diberi pencerahan dan pandangan batin, dibuktikan
keabsahannya dengan pengalaman kita sendiri.
4) Sains
membuat ramalan kuantitatif yang dapat diuji secara eksprimen. Agama harus
menggunakan bahasa analogis dan simbolis karena Tuhan bersifat transenden.
Perbedaan Bahasa
Perbedaan keempat yang
diatas berkaitan dengan bahasa jika agama menggunakan bahasa analogis dan
simbolis, dan sains menggunakan bahasa logis dan empiris. Kaum positivis logis
menganggap bahwa dalam bahasa ilmiah pertanyaan yang bermakna hanyalah
pertanyaan yang mempunyai rujukan emperis. Menurut para analis linguistik,
bahwa yang berbeda mempunyai pungsi yang berbada.Dalam ngkapan Witgenstein,
“language Game” dibedakan dari caranya
dalam konteks sosial.sains dan agama melakukan tugas yang berbeda,
masing-masing tidak dapat dinilai dengan standar yang lain. Tugas bahasa ilmiah
ialah meramalkan mengendalikan. Teori digunakan untuk mengidentifikasikan objek
pengamantan dalam bentuk variable yang dibatasi secara tegas,
menghubung-hubungkannya, dan merumuskan prediksi.orang yang menyatakan bahwa
agama menyejahterakan manusia dunia dan akhirat,sedangkan berbucara dengan bahasa agama.
Karena sains hanya mampu melakukan pegamatan pada apa pun
yang bisa diukur,sains tidak bisa dipaksa-dan jangan memaksakan diri=untuk
memberikan pandangan-dunia yang mnyeluruh,filsafat hidup,atau norma-norma
etis.sampai disini, Tetapi,seperti yang dijelaskan Barbour(1990) dan Rolston
111 (1987),keduanya mnjelaskan dunia yang sama.kemusykilan mempertahankan
indenpendensi justru terletak pada diri kita.kita mengalami kehidupan sebagai
keseluruhan, dan tidak memisah-misahkan sebagai bagian-bagian.
SEJARAH HUBUNGAN SAINS
DAN AGAMA(TEOLOGI)
“Sejarah sains versua
Agama dicemari oleh banyak kenangan pahit.Para astronom pada zaman sekarang
sering menggunakan penganiayaan pada Galelio dan Copernicus sebagai contoh
menakutkan tentang Gereja sebagai tokoh jahat yang merintangi kemajuan
ilmiah.Secara kebetulan,mayoritas akademis dikampus sekuler mempunyai
kecendrungan ateistik.bagi kaum sekunder,keimanan kepada Tuhana hanyalah
takhayul Abad Pertengahan yang dijalin erat oleh fantasi seksual
kekanak-kanakan gaya Freud.Pada sisi yang lain ,sains dicurigai oleh banyak
orang Kristen karena tabiatnya yang ateis. Keterasingan antara sains dan agama
telah berkurang belakangan ini karena banyak kaumapologis yang pintar telah
mulai berdialog dengan kaum sekuler…
Sains sebagai Kenangan
Renaisans
Francis Schaffer,
ketika menganalisis geseran budaya pada Eropa abad ke-19, menyadari bahwa
perkembangan filsafat menjadi katalisator transformasi budaya.Agak berbeda
dengan lahirnya pikiran abad ke-19 yang diabadikan oleh filsafat eksistensialnya
Soren Kierkegaard, munculnya periode Renaisans, yang pada mulanya diantarkan
sebagai revolusi seni pada abad ke-15,tidak disertai oleh aliran filsafat yang tersusun baik. Renaisans hanyalah
geseran spontan dari teologi abad Pertengahan menuju humanism, yang menandai
kembalinya paganisme dari peroiode yunani klasik.keterpesonaan abad paganism di
ungkapkan pada karya-karya seperti “kelahiran Venus” dari Sandro Boticelli
sesudah 1482.Urat nadi humanistik mengalir dalam seluruh tubuh Renaisans dan
dinyatakan dalam slogan “manusia dapat melakukan apa pun yang ia inginkan”.
Thomas Aquinas, teolog terbesar Abad Pertengahan dab ahli
sentensis,mengukuhkan pemikiran aporioiri Aristoteles sebagai dasar
pengetahuan.Francis Bacon, yang dipuji sebagai bapak Renaisans,menolak logika
Aristoteles sejak ia menjadi mahasiswa di Trinity College. Bacon dimuliakan
hingga mencapai kedudukan tokah mitologis karena ia ikatan dengan logika arus
utama (mainstream) Aba Pertangahan, untuk “masuk kedalam nti persoalan” dalam dukungannya
pada observasi dan eksperimen sebagai penganti deduksi prinsip
Apriori.Penolakan kepada akal apriori menimbulkan revolusi dalam wacana-wacana
intektual; “di sana sini,di universitas, biara, dan tempat tetret yang
tersembunyi, orang berhenti berdiskusi dan mulai meneliti”.
Sejak saat itu,sains dikenal sebagai pembrontak terhadap
otoritas Gereja.Kepler,Galileo,dan Capernicus menjadi pembrontak tekadan
dizamannya. Banyak persekusi dan sinoda gagal untuk menghambat kemajuan
semangat Renaisans.Sebaiknya,masa-masa berat itu mendorong kaum revolusionis
untuk berjuang menentang penindasan intelektual.sungguh sangat mengerikan bahwa
pemikiran ilmiah pada akhirnya mengantikan teologi pada lingkungan budaya
Barat.pada akhirnya, kepunahan pandangan Abad Pertengahan diresmikan dengan
penerbitan karya Immanuek Kant,Kritik der reiner Vernunft, dan pada
1781.
Perjuangan antara ilmuwan dan pendeta menampakan dirinya
dalam bentuk dikotomi yang tak bsa disatukan antara tradisi dan kebebasan .
Berpikir bebas, sebagai reaksi negative terhadap pendekatan opriori dalam dogma
Gereja, melahirkan sejumlah filsafat sekuler.kobaran api sekilarisasi menyebar
tak terkendali keseluruh dunia pasca Kristen.Origin of Speciesnya Dawin
memberikan mekanisme kemunculan kehidupan tanpa seorang Pencipta.Psikoanalisisnya
Freud menghilangkan kredibilitas perasaan agama dengan menjadikannya sebagai
bentuk-bentuk perasaan seksual kekanak-kanakan.Teori Relativitasnya Einstein
sering disalah pahami sebagai argument untuk memperkuat rlativisme;padahal
tidak ada ilmuan yang lebih religious seperti Einstein pada zaman modern.Niels
Bohr,salah seorang penemu mekenisme kuntum, adalah bapak positivism
Kopenhage.Anti-realismenya teleh masuk kedalam penafsirannya pada fisika kuantum.
Ia menulis, “tidak ada dunia kuntum,yang ada hanyalah gambaran fisik yang
abstrak.Salah sekali untuk menduga bahwa tugas fisika adalah menemukan
bagaimana keadaan alam.Fisika hanya berkaitan dengan apa yang bisa kita
katakana tentang alam.”
Positivisme membuka
jalan pada fisikalisme didalam sains.Pandangan Empiris Bas van Fraassen adalah
lingua Franca pada dunia ilmiah abad ke-20.Kriteria “empirical adequacy”
diterima bulat-bulat oleh banyak orang sebagai dasar pengetahuan.Fisikalise
berusaha membersihkan semua rujukan kepada apa pun yang tidak bersifat fisik
dari kamus ilmiah.Dalam bayangnya, alam semesta hanyalah berdiri dari materi
dan energy,tanpa ada sifat transcendental apa pun.ketika agama muncul kembali
dalam sains popular pada tahun 1970-an dan 1980-an,panteisme menjadi ungkapan
sains dan agama yang diterima luas.Ahli fisika, Fritjof Capra dan Gazy
Zukau,berhasil memadu mistisisme Timur dan fisika modern secara popular.Karya Best-Seller
Capra, The Tao of Physics, dan karya Zukau, The Dancing Wu Li Master,
tampaknya menjadi contoh jelek tentang pemikiran religio-ilmiah jika
melihat kenaifan para pengarangnya terhadap tradisi teologi Barat.Walaupun tema
utama dalam penafsiran teori kuantum dengan panteisme secara teoretis lemah,
popularitas karya Capra dan Zulkau menunjukan kebutuhan pokok manusia untuk
menemukan makna yang lebih tinggi yang tidak diperoleh dalam pamdangan dunia
mekanistis.
Budaya
abad ke-20 ditandai dengan geseran lainnya dari saintisme ke posmodernisme
sebagai generasi pembrontak yang makin lama makin kecewa dengan sains dan
teknologi di tengah-tengah ketidakpastian dan pengangguran.Warawan John
Hogan,dalam The End of Science, melukiskan gambaran yang muram tentang
masa depan sains.Pesimisme posmodernisnya sejalan dengan perasaan umum
dikalangan guru-guru ilmiah yang merasakan bahwa sains murni telah mencapai
batasannya.Ahli fsika,Louis Osbourne, di MIT pernah berbicara kepada saya bahwa
fisika adalah sains eksperimental terobosan eksperimental sangat bergantung
pada kemajaun teknolgi, pada gilirannya,fisika sebagai unsur kecil dalam budaya
modern tidak lagi menjadi tuan untuk nasibnya sendiri. Disamping pertimbangan
ekonomi dan politik,ada batas pisik pada apa yang dapat dilakukan teknologi
untuk memahami tentang keterbatasan sains eksperimental, cukuplah disini
diketahui bahwa untuk meguji teori superstring dan the bing bang,diperlukan
pemmbangunan akselelator partikel berdimensi 1000 tahun cahaya. Karena alasan
ini lah,para ahli fisika percaya bahwa fisika partikel dan kosmologi pada
akhirnya akan berhenti sebagai sains dan perlahan-lahan akan menjadi cabang
filsafat.
Ujung
dari verifikasionalisme secara serius melumpuhkan doktri empirisme ilmiah.
Fisika paska perang dingin dihambat oleh krisis anggaran dan munclnya
antirasionalisme posmodernis.banyak peramal kiamat meramalkan akhir sains.
Walaupun sains sebagai satu usaha harus melakukan penyesuian dalam memenuhi
tuntutan ekonominya,sains sebagai ungkapan kritis rasa ingin tahu kita akan
tetap menemukan tempatnya dimasarakat selama masih ada pertanyaan-pertanyaan
baik yag merangsang imajiniasi kita.pemikiran hidup untuk berpikir.pertanyaan
yang baiktidak dapat ditinggalkan, bahwa ditengah-tengah kemiskinan dan
keterasingan Kant mengulas sangat medalam tentang watak akal manusia yang
selalu bertanya.karena akal manusia, tanpa hambatan yang diakibatkan oleh
kesombongan pengetahuan besar,akan selalu bergerak,didorong oleh perasaan
kebutuhan,menuju pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh perapan
akal secara empiris atau prinsip-prinsip yang ditarik darinya dank arena itu
selalu saja ada pada setiap manusia sejenis sistem metafisika.selalu ada saja
ilmuan baik yang berpikir bukan karena kebutuhan, melainkan karena kesenangan.
Walaupun ilmuan yang tidak beriman cendrung keliru dalam penilaiannya,dengan
mencoba memberi makna ciptaan tanpa sang pencipta,upaya ilmiah mereka yang
terus menerus kadang-kadang akan memergoki unsure-unsur kebenaran yang membantu
meringankan penjelasan pada sifat alam semesta ketika dihubungkan dengan
teologi.
No comments:
Post a Comment